Minggu, 20 Maret 2011

Ilmu Mengenal Diri Dan Alam: Tentang Manusia

Ilmu Mengenal Diri Dan Alam:

AKHIR PERKATAAN HATI

Akhir perkataan hati bukanlah hasil dari keputus asaanku. Akan tetapi akhir perkataan hati adalah akhir dari perjalanan hidupku, yang telah memandang dengan pandangan ilmu, meliputi segala arah pandangan.

Berkata lidah mewakili jasadku, bahwa selama hidup ini hari-hariku dibebani dengan keletihan, kelaparan dan kepayahan, dan aku tidak kuasa menghindarinya. Setiap hari aku harus bekerja untuk mencari segala sesuatu yang berguna bagi tubuhku, sedangkan waktuku terbatas dikarenakan aku tidak mampu menahan kantuk. Saat kenyang aku dibebani oleh rasa sakit perut, saat sehat aku dibebani oleh perasaan takut sakit, demikian juga bila sakit, aku dibebani oleh keinginan untuk sehat. Ibadah telah membuat tubuhku lelah. Pada waktu subuh aku berhadapan dengan kedinginan dan harus meninggalkan kenyamanan tidur, saat zuhur aku harus berhadapan dengan panas, waktu asyar aku harus berhadapan denga kelelahan dalam berfikir, saat magrib aku terbebani oleh keinginan-keinginan yang tak mampu kupenuhi, saat isya’ aku terbebani oleh rasa kantuk dan keadaan selanjutnya

Kebutuhan tubuh telah menjajahku. Segala ibadah kebaikan yang kuperjuangkan, menjadi sumber hinaan bagiku, sementara kebencianku terhadap kekafiran telah menjadikan orang mengkafirkan aku, dan ibadahku mengasihi alam telah menjadi fitnah dan tuduhan keserakahanku. Bagi tubuhku ini tidak kuasa menahan beban perjuagan hati, tubuhku lemah dalam menghadapi keikhlasan, bak sebuah gelas kaca yang tipis yang mudah pecah, terisi oleh air yang mendidih. suatu saat akan pecah. Dan itulah kematianku. Sehingga akhir dari pekataan hatiku bahwa, saat itulah yang paling kusukai, yaitu terlepasnya penderitaan tubuhku atas beban hati, sungguh tubuh yang lemah terisi oleh beban hati yang kuat, jadilah ia tidak sejodoh dan mudah rusak. maka hati ini berkata, KEMBALILAH KEASAL PENCIPTAAN SEMULA.

Hamba Allah yang Lemah Dan Hina

Abdul Jabbar Habib Basuni Al Pentiani Mekkah 1428 H

Poskan Komentar