Jumat, 12 Agustus 2011

BAHAN KHUTBAH JUM'AT NUZUL QUR'AN OLEH : ABDUL JABBAR HABIB BASUNI MEKKAH

NUZUL QUR'AN
OLEH :  ABDUL JABBAR HABIB BASUNI MEKKAH

السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته


Khutbah pertama
بســـــــم اللــه الرحمـــن الرحيـــــــــــم

السلا م عليكم ورحمةالله وبركا ته
انّ الحمدلله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذبالله من شرورأنفسنا ومن سيّـأت أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له،
ومن يضلل فلا هادي له
أشهد أن لااله الا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى هلى محمد كما صليت على ابراهيم وعلى الى ابراهيم وبارك على محمد وعلى الى محمد كماباركت على ابراهيم وعلى الى ابراهيم فى العالمين انك حميدمجيد
ياايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تموتنّ الا وأنتم مسلمون
ياايهاالناس اتقواربكم الذي خلقكم من نفس واحده وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيراونساء واتقواالله الذي تساءلون به والأرحام ان الله كان عليكم رقيبا
ياايهاالذين أمنواتقواالله وقولواقولاسديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فازفوزاعظيما
أما بعد : فان اصدق الحديث كتاب الله وخيرالهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم
وشرّالأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة وكلّ بدعة ضلالة وكلّ ضلا لة في النار.

بســـــــم اللــه الرحمـــن الرحيـــــــــــم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ لَيْلَةُ الْقَدْر
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya
Semoga Allah SWT membimbing hati dan lisan hamba yang dho'if ini kepada perkataan yang benar, dan mengampunkan hamba bila tersalah dalam hati dan dalam ucapan, dan memberikan kepada kita semua nikmat kefahaman agama sehingga kita dapat mengenal yang sebenar-benar petunjuk untuk dita'ati.aamiin

Kaum muslimin jamaah jum'at yang dirahmati oleh Allah swt.
Puji syukur kepada Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua menurut qadar yang telah ditentukan-Nya. Puji syukur kita meliputi segala pujian yang ada, baik puji hamba kepada Tuhannya, puji kita sesame hamba, puji Allah trhadap hamba-Nya dan puji Allah terhadap diri-Nya sendiri. Alhamdulillahirobbil'alamiin.
            Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada Nabi Akhir zaman, penghulu sekalian Nabi, Muhammad saw. pembawa suluh api, penerang hati yang gelap, kepada cahaya yang terang yaitu cahaya keimanan yang sebenarnya. Benar Allah telah mengutus beliau, dan menjadikan beliau sebagai media menyampaikan Firman atau petunjuk berupa pedoman hidup bagi kita yaitu Al qur'an. Tdk hanya itu, sungguh Rasulullah juga memiliki akhlaq sebagaimana apa yang ia bawa yaitu wahyu kebenaran. Dan mudahlah bagi kita menteladani, mensifati, mencontoh, mengambil ibrah, dsb dari keberadaan Rasulullah saw. Sebab beliaulah suri tauladan yang sempurna sebagai pedoman dalam usaha mencapai keselamatan baik didunia maupun diakhirat. Allahumma sholli'ala muhammad wa'ala ali muhammad kama shollaita'ala ibrohiim, wa'a'ala ali ibrohiim. Fil'alamiinainnaka hamiidummajiid.
Saudara kaum muslimin jamaah jum'at yang dirahmati Allah SWT.
            Judul khutbah kali ini adalah malam lailatul qadar
Bermula dari kebingungan yang melanda hati seorang hamba yang terbina kesuciannya yaitu Muhammad, yang menyaksikan betapa rusaknya akhlaq kaumnya yaitu kaum qurays mekkah, yang sudah terlalu jauh tenggelam dalam bid'ah, merubah-rubah ajaran ibrahim yang lurus. Akhlaq mereka itu yang kita kenal dengan akhlaq jahiliyah, dan zamannya kita sebut zaman jahiliah. Mereka orang-orang qurays telah jauh mempersekutukan Tuhan yang sebenarnya, mereka menyembah Allah melalui perantara latta dan al uzza (berhala), mereka berqurban dengan nama-nama itu, dan mereka menghalalkan darah saudara mereka sendiri, mereka telah membunuh anak-anak perempuan mereka karena takut miskin, mereka telah menghalalkan mendatangi kaum wanita-wanita untuk ditiduri sesuka hati tanpa ikatan yang sah, mereka bertawaf mengelilingi ka'bah dengan bertepuk-tepuk tangan, bernyanyi dan bersiul serta ada diantara mereka tanpa mengenakan busana sedikitpun. Sungguh akhlaq yang demikian tdk sedikitpun mengena dihati dan di aqal fikiran Muhammad padahal saat itu beliau Muhammad adalah kaum mereka juga.
            Kebingungan yang sangat dalam melanda hati dan fikiran beliau, sehingga beliau memutuskan untuk menyendiri, mencari petunjuk. Beliau menyendiri dirumah, ditempat-tempat yang sepi memikirkan keadaan yang sedemikian itu yang sama sekali tidak diterima oleh aqal sehat beliau sambil berdiri, berjalan, duduk dan berbaring, keadaan beliau sangat gundah, oleh sebab itu Allah mengilhamkan didalam hatinya untuk memilih suatu tempat yang sepi dan jauh dari kaumnya dan tempat itu adalah Gua Hiro. Sebuah gua yang teletak di dekat perbatasan mekkah yang berada di puncak bukit yang paling tinggi dimekkah.

Saudara kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT
            Selama tiga tahun lamanya. Muhammad sering menyendiri digua itu bermunajat, memikirkan(tafaqqur) kebenaran, dan kemudian pada tahun terakhir jatuh pada bulan romadhan (musim panas), beliau berada di gua selama 17 hari dalam bulan itu maka turunlah cahaya kebenaran dari Allah berupa petunjuk yang dinanti-nantikannya. Yaitu diturunkannya Wahyu berupa Firman Allah yang pertama yang disampaikan melalui malaikat jibril as, dan  Itulah malam kemuliaan, malam yang penuh berkah yang kita kenal dengan sebutan malam Lailatul qadr.
بســـــــم اللــه الرحمـــن الرحيـــــــــــم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

 إِنَّا أَنزَلْنَاهُ (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya) yaitu menurunkan Alquran seluruhnya secara sekali turun dari lohmahfuz hingga ke langit yang paling bawah
      Isinya adalah lima ayat yang meliputi keseluruhan isi firman dan petunjuk kepada manusia. Iqro'Bismirobbikalladzi kholaq,iqro' warobbukal akram, alladzi 'allamabil kalam, 'allamal insanama lam ya'lam.
      Iqro' artinya bacalah....!!! perintah ini tegas sehingga diulang tiga kali dalam satu malam itu sementara Dia muhammad itu orang yang buta tulis baca, dia tdk tahu apa yang harus ia baca, maka dijelaskan ianya dengan kalimat Iqro' bismirobbikalladzi kholaq...! bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dengan demikian fahamlah Muhammad dengan apa yang diperintahkan, bahwa beliau harus membaca apa yang telah diciptakan Allah SWT, termasuk diciptakan-Nya kaum qurays yang berakhlaq jahil sebagaimana yang difikirkannya. Kemudian Rasulullah saw juga tdk mampu membacanya dan darimana harus memperbaiki akhlaq kaumnya itu, maka turun lagi ayat Kholaqol insanamin 'alaq, Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Adalah perintah agar Rasulullah membaca dirinya sendiri (mengenal diri) dari apa ia diciptakan, dengan demikian mampulah ianya mengenali orang lain dengan taqdir-taqdir yang sudah ditentukan. Iqro' warobbukal akram, bacalah dan tuhanmulah yang maha Mulia,alladzi 'allamabilqolam, yang mengajarkan manusia dengan petunjuk sehingga hilanglah kekhawatiran dalam diri Rasulullah karena Allah akan senantiasa memberikan petunjuk padanya, yaitu Al qur'an yang diturunkan berangsur-angsur sesuati dengan keadaan (sebab-sebab turunnya), 'allamal insanama lam ya'lam, yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tdk diketahuinya. Tdk ada yang menghalangi akan petunjuk Allah itu atas orang orang yang yaqin atas kemuliaan Allah yang menciptakan segala sesuatu, meliputi pengetahuan tentang sesuatu yang sudah terjadi maupun yang sebelum terjadi, sebab Allah yang mengajarkan kepada Manusia tentang apa yang tdk diketahuinya. Walladjinajahadu fina lanahdiyannahum subulana. Maka lengkaplah firman Allah yang diturunkan pada suatu malam itu yaitu lima ayat surat al 'alaq.pada malam kemuliaan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
- فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (pada malam kemuliaan) yaitu malam Lailatulkadar, malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran.
وَمَا أَدْرَاكَ(Dan tahukah kamu) Hai Muhammad - مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(apakah malam kemuliaan itu?) ungkapan ini sebagai pernyataan takjub atas keagungan yang terdapat pada Lailatulkadar.

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan) yang tidak ada malam lailatulkadarnya; beramal saleh pada malam itu pahalanya jauh lebih besar dan lebih baik daripada beramal saleh yang dilakukan selama seribu bulan yang tidak mengandung malam lailatulkadar.

  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ (Turunlah malaikat-malaikat) bentuk asal dari lafal Tanazzalu adalah Tatanazzalu, kemudian salah satu huruf Ta-nya dibuang, sehingga jadilah Tanazzalu - وَالرُّوحُ (dan Ar-Ruh) yakni malaikat Jibril - فِيهَا(di malam itu) artinya pada malam kemuliaan/lailatulkadar itu - بِإِذْنِ رَبِّهِم(dengan izin Rabbnya) dengan perintah dari-Nya - مِّن كُلِّ أَمْرٍ (untuk mengatur segala urusan) atau untuk menjalankan ketetapan Allah buat tahun itu hingga tahun berikutnya, hal ini terjadi pada malam kemuliaan itu. Huruf Min di sini bermakna Sababiyah atau sama artinya dengan huruf Ba; yakni mereka turun dengan seizin Rabbnya dengan membawa segala urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk tahun itu hingga tahun berikutnya.

  سَلَامٌ هِيَ(Malam itu penuh dengan kesejahteraan) lafal ayat ini sebagai Khabar Muqaddam atau Khabar yang didahulukan, sedangkan Mubtadanya ialah - حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (sampai terbit fajar) dapat dibaca Mathla’al Fajri dan Mathla’il Fajri, artinya hingga waktu fajar. Malam itu dinamakan sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan, karena para malaikat banyak mengucapkan salam, yaitu setiap kali melewati seorang mukmin baik laki-laki maupun perempuan mereka selalu mengucapkan salam kepadanya.
Demikian Wahyu(petunjuk) yang diTurunkan Oleh Allah pada malam kemuliaan itu, yang berisikan pedoman pengetahuan terdahulu maupun setelahnya bagi Rasulullah, sehingga beliau mampu memperbaiki akhlaq kaumnya yang jahil menjadi akhlaq islam(yang selamat), tdk hanya itu, cahaya kebenaran yang terpancar dari diri beliau sejak malam itu (malam lailatul qadr) memancar menjadi rahmat bagi sekalian alam termasuklah kita semua. Allahummasholli'ala Muhammad
Saudara-saudara jemaah jum'at yang diberkahi
Sungguh Bulan romadhan ini bulan yang penuh berkah, penuh dengan rahmah, penuh dengan maghfirah, dikarenakan pada bulan itu Allah menurunkan Alqur'an sebagai petunjuk bagi kita tentunya bagi barangsiapa yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah pada Bulan itu. Sebagaimana dikatakan barangsiapa yang berpuasa dibulan romadhan dengan keimanan dan keikhlasan maka diampunkan Allah dosa-dosanya sebagaimana bayi yang baru lahir.
Sekarang tinggallah bagaimana kita menyikapi segala kebaikan yang telah ditetapkan Allah pada bulan itu, marilah kita mengkaji diri kita, sudah benarkah ibadah puasa yang kita jalankan, sudah benarkah..?
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah kedua
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد
Mutiara Nasehat
sungguh bula romadhon itu adalah masa dimana kita diwajibkan berpuasa, mendidik nafsu dengan berbagai pelajaran. pelajaran yang baik bagi nafsu adalah lapar, dan kelelahan. maka ajari nafsu kita dengan lapar disiang hari dan lelah dimalam hari, benar-benar dia tdk bisa lari dari dua masa itu.orang yang sedang berpuasa secara alamiyah energinya akan menurun, maka dengan menurunnya enenrgi nafsu maka akan memberikan kesempatan buat menerima energi baru. masukan enenrgi baru yang positif. yaitu mengisi energi bathin sehingga ianya hidup.segala panca indera lahir dilemahkan diganti dengan energi bathin yang kuat. pada suatu saat dia akan menjadi penguasa didalam jiwa dan terpancarlah sinar jiwa yang sebebanarnya dari dalam diri.saat itu adalah saat yang lebih baik dari seribu bulan.
maka sepuluh malam terakhir itu kita dapati diri kita benar-benar lemah,..dan tunggulah saat saat itu, dimana cahaya dirimu terpancar.segalanya tunduk sujud padamu sebagaimana perintah Allah agar para malaikat bersujud kepada adam. empat malaikat akan mengiringimu, sementara iblis sudah musnah terbakar api kebencina sendiri, terbelenggu karena tiada lahan berniaga dan berladang didalam hatimu,sentuhan sir pada sepertiga malam, akan menghantarmu menduduki arsy yang indah.duduk diatas kursi yang megah berupa alam kesejatian rasa meliputi segala roh yang mengitari diri. roh kesempurnaan diri, yang terpancar dari diri, dia akan berjumpa segala yang suci dengan yang suci, menghadap yang maha suci.sementara pandangan mata kasar manusia menyaksikan saat itu. bahwa kita tdk lain hanyalah setumpukan kain busuk yang teronggok dilantai.
setelah saat itu. bila keadaan nafsu yang lemah itu tdk berubah, maka bicaralah pada apa saja, maka semua akan berbicara padamu. misal bertanyalah kepada pohon kayu tentang sesuatu, maka dia akan menjawab pertanyaanmu namun dalam bahasa yang lain yang hanya dirimu yang mengetahui perkataannya. cirinya yaitu bagai dua orang yang sedang berbicara dalam hatimu yang semirip dengan perkataan hatimu sendiri.....mansaumaromadh​ona imanan wahtisaban ghuifirolahu mataqoddamats minjzambih
mengapa demikian...demikianlah yang terjadi pada diri Rasul kita Muhammad saw, yang energi elektromagnetik yang ada didalam dirinya menjadi kuat dikarenakan bagian syetan yang ada dihatinya dibersihkan, dan semua alam tunduk padanya.pembersihan kali kedua yaitu saat dia berada digua hiro, dimalam 17 romadhan, yang ada hanya dirinya, dan malaikat jibril yang membawa wahyu.dan kali ketiga pembersihan dirinya yaitu ketika ia hendak mi'raz kesidhratul muntaha, yang ada hanya dirinya dan Tuhannya.sungguh Rasulullah melawan hawa nafsunya setiap saat, dengan puasa wisal. sedangkan kita cukup dengan Romadhan, dan mencapai pembersihan hati sebagaimana pembersihan hati yang dilakukan terhadap Rasulullah ketika dia berumur lima tahun.ma taqoddamat minzambih.
Jemaah Jum'at Yang dirahmati Allah, biasanya saat bulan romadon senjata nafsu itu adalah dendam, yaitu dendam kepada apa yang kita usahakan menahannya.bila hal itu muncul...mulailah pelajaran baru..katakan pada nafsu...Hai nafsu dengan ajakanmu ini aku menjadi mengetahui tentang dirimu,kau mengajak aku makan yang banyak nanti sewaktu berbuka, ya..aku akan kasi kamu makan yang sedikit, kau mengajak aku minum yang banyak maka kau akan kuberi minum segelas saja diwaktu berbuka, walaupun kau katakan aku akan lemah, memang sebenarnya aku akan buat kamu lemah hingga kau tunduk".....demikianlah perkataan yang sering kita dapatkan didalam kitab-kitab tentang seorang waliullah yang berbicara pada syetan atau nafsu. sebenarnya dia bicara kepada diri mereka sendiri dengan kalimat dua perkataan hati serupa tapi tak sama.

Rasulullah saw. ditanya, "Wahai Rasulullah, apakah malam itu malam Lailatul Qadar?"Rasulullah saw. menjawab, "Bukan, tetapi selayaknya seorang pekerja itu diberi upahnya apabila telah menyelesaikan pekerjaannya." (Hr. Ahmad)
Dan ini kesempurnaan sifat yang ada pada kita, kendalikanlah ianya sehingga kita menjadi seperti apa yang kita inginkan, bacalah dan kendalikanlah setiap dia hadir.

Demikianlah khutbah yang singkat ini saya sampaikan, semoga Allah merahmati kita semua amin.


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

Poskan Komentar