Jumat, 25 Agustus 2023

Mengenal tawhid

C.            MENGENAL TAUHID

1. Tauhid
“Awaludin Ma’rifatullah” yaitu awal agama yaitu mengenal Allah.
Tauhid yaitu menjadikan sesuatu menjadi satu. Orang-orang Islam telah mentauhidkan Allah swt, artinya; mereka telah menjadikan sesembahan mereka satu, yaitu Allah SWT. Menurut sebagian ulama bahwa Tauhid yang ada didalam kitab Allah ada tiga macamnya yaitu tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, dan tauhid Asma’ dan sifat.
Tauhid Rububiyah artinya; mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dan perbuatan Allah itu banyak sekali diantaranya; menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, memberi hidayah ……..yang melakukan itu dengan sempurna hanyalah Allah.
Tauhid Uluhiyah atau Ilahiyah yang merupakan bentuk mashdar dari kata اله يأله
yang artinya menyembah dengan penuh rasa cinta dan penghormatan yaitu mentauhidkan Allah dengan segala perbuatan hamba.
Tauhid Asma’ dan Sifat artinya; seorang hamba meyakini bahwa Allah itu esa dalam Asma’ dan sifat-Nya yang tidak ada sesuatupun yang menyerupainya. Dari anggapan ini dapat dimaknakan bahwa isi didalam tauhid itu adalah keimanan, keislaman dan keikhlasan.
            Saudara-saudaraku yang menginginkan berpegang kepada agama yang lurus, yang membawa kita kepada keselamatan dunia dan keselamatan diahirat, marilah kita memurnikan ajaran islam yang kita anut, dengan menjalankan syari’at-syari’atnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Hendaklah segala sesuatu yang menyimpang dari ajaran Islam kita tinggalkan dengan yakin. Marilah sejak sekarang kita menelaah tentang perbuatan kita baik yang bersifat pribadi ataupun kelompok masyarakat (adat istiadat). Khususnya mengenai adat-istiadat yang sering kita lakukan sejak lama mestilah kita teliti kembali tentang kebenaran, tujuan semulanya, sejarahnya dan hubungannya dengan ketauhidan. Dan apabila terdapat kemusyrikan didalamnya, segeralah kita tinggalkan agar Allah SWT tdk menutup hati kita dari kefahaman agama dan ketauhidan.
            Bukankah kita diperintahkan untuk memeluk agama islam. Dan tidak ada perintah mengikuti agama nenek moyang meskipun mereka itu beragama islam. Marilah senantiasa kita belajar dari sumbernya yang asli yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Adapun adat-istiadat adalah merupakan peninggalan nenek moyang kita yang mana mereka lebih tau tentang tujuannya. Sedangkan kita hanyalah mengikuti perbuatanya tetapi jarang bahkan tidak pernah kita melihat apa sebenarnya tujuan mereka melakukan perbuatan itu. Hingga sejauh ini pengamatan penulis, tentang keyakinan kita selama ini terhadap nenek moyang kita, bahwa kita teropsesi terhadap kemampuan ilmu dan kesaktian mereka. sehingga apabila mereka sudah mati, kuburan mereka juga dianggap mengandung berkah dan karomah, bukankah lebih baik kita melihat bagaimana keyakinan (nenek moyang) kita dulu, apa sumber ilmu yang mereka pelajari. Dan jika mereka itu tdk berpegang kepada Al-Qur’an lalu kita akan terus mengikutinya, atau mereka melakukan kemusyrikan, kita juga akan terus mengikutinya.Akan tetapi penulis yakin bahwa nenek moyang kita tidak melakukan kemusyrikan bahkan sebaliknya bahwa merka melawan kemusyrikan dan mereka berpegang kepada tauhid. Sebab penulis sendiri memegang beberapa kitab tauhid dari beberapa orang dari mereka yang penulis teliti berdasarkan tiga unsur ketauhidan yang sudah dituliskan diatas. Kitab yang diteliti seperti kitab tarikah Nakhsabandiyah yang dibawa oleh ulama-ulama melayu nusantara seperti Syeh Khatib Acmad sambas, Syaid Acmad Husin Al-Qadri, Syeh Muhammad Arsyad Al Banjari, H.Yunus alias Sayid Abdullah Alzawawi. Yang penulis tarik dari kitab Opu daeng munir rahumahullah, Kitab ilmu laduni dari Syeh Mansyur madinah Rahimahullah  melalui H.Yunus bersama khatib Acmad Sambas rahimahumullah yang dikarang oleh Kyai Idham Acmad alias Bojek rahimahullah dalam kitab Sya’ir sifat dua puluh ilmu laduni. Yang kesemuanya bersumber dari satu Al-Qur’an dan Hadist. Kendatipun demikian  keyakinan penulis terhadap keyakinan ketauhidan mereka, tetaplah Al-Qur’an dan Sunnah dijadikan sumber utama. Sebagaimana buku yang sedang kita bahas ini.
            Saudara-saudaraku……. Sungguh suatu kesalahan yang besar apabila kita tidak mau mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah apalagi bila kita lebih cenderung kepada adat kebiasaan nenek moyang kita tanpa mau meneliti kebenaranya. Bahkan yang lebih jauh lagi apabila kita menjadikan nenek moyang kita sebagai tempat berserah diri atau memohon perlindungan atau menjadikan arwah mereka sebagai perantara kepada Allah SWT, dan ini jauh daripada harapan mereka itu sendiri. Karna perbuatan ini adalah kemusyrikan yang jelas.Marilah senantiasa kita memerhatikan apa-apa yang bertentangan dengan ketauhidan sehubungan dengan adat kebiasaan yang biasa kita lakukan terutama menyangkut adat melayu, dengan maksud agar pemahaman kita tentang itu lebih mengarah kepada tujuan diadakannya adat itu sendiri dan membuang adat-adat atau kebiasaan yang bertentangan dengan ketauhidan, kemudian ada yang tidak bertentangan dengan ketauhidan, mudah-mudahan kita dapat mempertahankannya jangan sampai berkembang kepada kemusyrikan. Seperti halnya  robo’-robo’, buang-buang telur, mandi perut, tepung tawar, berniat atau bayar niat dikubur keramat, tahlilan kematian atau peringatan hari arwah, ritual meminta berkah kepada roh-roh halus atau pemasangan penangkal setan dan lain-lain. Saudaraku yang berpegang kepada ketauhidan. Agar diketahui bila kita sudah membahas tentang ketauhidan maka kita akan teringat kepada lawannya yaitu kemusyrikan.

2. Syirik
Syirik yaitu menjadikan  sekutu bagi Allah SWT dalam Rububiyah, dalam ibadah, atau dalam asma’ dan sifat.

وما خلقت الجن والانس الاليعبدون

“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku”. (Az-dzariyat ; 56)
ولقد بعثنا في قلي أمه رسولاان اعبدالله وجتنبواالطغوث

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul pada setiap ummat (untuk menyerukan) “Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut.”  (An-Nahl ; 36)

 Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa ibadah adalah suatu nama yang mencakup seluruh perkataan dan perbuatan baik lahir maupun bathin yang dicintai dan diridhaoi oleh Allah SWT. Dengan demikian  sesungguhnya setiap ibadah itu berikut unsur-unsurnya harus dilakukan semata-mata karna Allah SWT.

وقضى ربك الا تعبدو الا اياوبالولد ين احسنا

“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra’ ; 23)
           
Melalui ayat ini Allah SWT memerintahkan agar manusia memurnikan peribadatannya untuk Allah semata, ini sama maknanya dengan kalimat tauhidلااله الالله (la ilaha illallah).

واعبدواالله ولا تشركوابه،شيئا

“ Sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.”
(An-Nisa ; 36)
Ayat ini menjelaskan larangan seluruh macam syirik meliputi syirik besar (Orangf-orang kafir), syirik kecil (riya’), dan syirik yang tersembunyi (syirik khofiy). Termasuk didalam golongan syirik ini yaitu mensekutukan-Nya dengan malaikat, Nabi, orang saleh, batu, ataupun jin, karena semuanya termasuk dalam kata “sesuatu”.
            Perlu hendaknya untuk diketahui bahwa apabila kita hendak bertauhid atau menginginkan keredhoan Allah SWT, maka takutlah kepada terjerumus kedalam kemusyrikan, karna banyak macam hal yang dapat mengeluarkan seseorang dari keislamannya tanpa dia sadari karena tidak ada ilmu pengetahuannya tentang ketauhidan. Syirik adalah musuh besar dalam bertauhid. Mari perhatikan makna dari kalimat syahadat berikut :
Pertama meyakini apa yang diucapkan, sedangkan syarat meyekininya mesti dengan iman dan ilmu.
Kedua mengucapkannya dengan sungguh-sungguh dengan keyakinan lahir dan batin.
Ketiga memberitahukannya kepada orang lain , setelah ia ikrarkan dengan lisannya..
Jadi makna dari saya bersyahadat ialah saya meyakininya, saya mengucapkannya, dan saya memberitahukannya kepada orang lain. Adapun penjelasan sebenarnya dari makna   لا ا له الا الله adlah sebagai berikut :
Kata لا yang berati tidak, yang menafikan sifat ketuhanan dari siapapun kecuali Allah SWT.
Dan kata    الا  berarti kecuali yang jauh sesudah nafi membuat kalimat ini bermakna hasr (pembatasan / hanya), dengan demikian kalimat ini menjadi “hanya Allah Tuhan yang sebenarnya.”
Kata  اله  yang berarti sesuatu yang disembah.jadi makna kata ini adalah “tiada yang berhak disembah selain Allah”, karena sembahan manusia sangatlah banyak, tetapi semuanya adalah sembahan yang batil dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. Inilah makna sesungguhnya dari kalimat لااله الاالله yang difahami oleh orang arab.
            Adapun jenis-jenis kemusyrikan sebagai berikut :
1.     Syirik besar yaitu orang-orang yang nyata penyembahanya selain kepada Allah SWT. Misalnya orang-orang kafir (orang yang beragama selain islam). Mereka menyembah, manusia (nabi), dewa, malaikat, jin, syaitan, batu, kayu, matahari, Bulan, hewan, angin, api dan sebagainya. Atau orang yang tidak beriman kepada adanya kekuasaan Allah (orang yang tidak beragama), Atau orang-orang yang melakukan dengan terang-terangan penyembahan melalui perantara mahluk-Nya, atau orang-orang yang memasrahkan diri kepada selain Allah SWT yaitu dengan menghadapkan hatinya seperti kepada Malaikat, orang saleh, jin dan sebagainya. Sesungguhnya Allah itu tidak ada syarikat (yang serupa dengannya), tidak membutuhkan bantuan siapapun tidak juga mempunyai, anak, sahabat, atau sebagainya, atau tidak membutuhkan bantuan siapapun.Allah itu Esa selain daripadanya adalah mahluk-Nya. Dalil yang dekat dengan akal dan dapat dgn cepat kita fikirkan yaitu bahwa islam mengajarkan Sholat sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Bagi yang mengerti dan belajar tentang sholat, maka akan lebih mengerti bahwa sesungguhnya sholat itu adalah mi’raz, yaitu berinteraks langsung kepada Allah SWT, tanpa ada perantara. Akan tetapi dengan keberadaan bid’ah atau orang yang menggabungkan ibadah sholat dengan bid’ah, akan sulit membedakan yang mana kafir dan tidak. Sebab terkadang orang itu islam akan tetapi hatinya kafir, juga termasuk kafir besar. Keluarkan bid’ah kemudian lihat Tatacara, maksud dan makna serta isinya sholat, maka akan terlihat bahwa sholat yang merupakan tiang islam adalah penyerahan diri secara totalitas kepada Allah swt dan ini tidak dimiliki oleh selain agama islam. Dan islam juga memerintahkan berdo’alah kepada Allah Niscaya Allah SWT akan mengabulkan. Sesungguhnya Allah itu dekat, Pandang dan kenallah Allah itu dengan Ilmu mudah-mudahan Allah memberi petunjuk.
2.     Syirik kecil atau yaitu riya’ maksudnya beribadah tidak semata-mata karena Allah atau beribadah dengan mengharapkan sesuatu selain daripada keredhoan Allah SWT. Tentang ini harus dan tidak boleh tidak mesti kita mengetahuinya sebab syirik ini yang paling ditakuti oleh Rasulullah saw. Akibatnya sangat fatal, yang tidak bisa diampuni, dan itu banyak diabaikan oleh kebanyakan manusia. Oleh sebab itu Nabi Muhammad saw sangat menghawatirkan hal ini terjadi pada umat beliau. Sesuatu perbuatan sepele seperti memakaikan gelang hitam ditangan anak-anak dengan tujuan menangkal bahaya dan penolak bala justru dapat membawa kepada syirik besar. Islam itu agama tauhid, apabila seseorang mengerjakan perbuatan syirik meskipun syirik kecil, bisa menyebabkan hilangnya kesempurnaan tauhid. Tauhid itu bisa sempurna apabila seseorang itu terbebas dari  bentuk syirik. Sehubungan dengan syirik kecil ini penulis akan jelaskan bahwa jimat, berupa gelang, kalung, cincin dan sebagainya adalah termasuk sirik kecil yang berbahaya. Seperti contoh “diriwayatkan oleh Imron Bin Husain, sesungguhnya Rasulullah melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya “apakah itu ? orang laki-laki itu menjawab: ini gelang penangkal penyakit, lalu Nabi bersabda:”lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak menambah kecuali kelemahan, dan jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kau tidak akan beruntung selama-lamanya.” Maksud Rasulullah tentang “ia atidak akan menambah kecuali kelemahan” adalah ; sekalipun ia bisa memberikan efek(pengaruh) hanya ia akan merusak badan, ruh serta jiwa. Ruh dan jiwa akan melemah dalam menghadapi penyakit tersebut dan kenyataan ini yang melanda orang yang berbuata syirik, pindah dari satu kerusakan kepada kerusakan yang lain. Adapun sabda beliau yang terahir “Engkau tidak akan bahagia selama-lamanya” itu ada dua kemungkinan yang dinafikan. Pertama. Dia akan masuk neraka karena kebahagiaan yang mutlak yaitu mendapatkan surga. Ini terjadi bagi orang yang melakukan syirik besar yaitu meyakini bahwa gelang tembaga itu dapat memnberikan manfaat dengan sendirinya. Kedua. Yang dinafikan hanyalah sebagian kebahagiaan, hal ini terjadi bila sipemakai gelang tersebut menganggap gelang itu hanya sebagai sebab, ini termasuk dalam syirik kecil, karna ia telah menjadikan sebab yang tidak baik secara syar’I maupun kauni. Diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Uqbah bin Amir, rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan mengabulkan harapannya, dan barangsiapa yang menggantungkan wada’ah maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya”. Dan pada riwayat yang lain Rasul bersabda : “barangsiapa yang menggantungkan tamimah maka ia telah berbuat kemusyrikan.”
Tamimah berarti sesuatu yang digantungkan didada derngan meyakini bahwa benda tersebut bisa menyempurnakan(menyelesaikan) setiap perso’alanya, maka rasulullah mendo’akan sebaliknya. Sedangkan Wada’ah adalah azimat yang dikalungkan dilengannya dengan meyakini bahwa benda tersebut bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan, maka rasulullah mendo’akan sebaliknya. Kemudian diriwayatkan oleh Abi Hatim Dari Hudzaifah bahwa ia melihat melihat seorang laki-laki yang ditangannya terdapat gelang yang dipakai dengan tujuan menyembuhkan penyakit panas, lalu iapun memotong gelang itu dengan membaca Firman Allah SWT :

وما يؤ من اكثر هم با لله الا وهم مشركون

“Dan sebagian besar dari mereka tidak berman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sesembahan-sesembahan lain).” 
(Yusuf ; 106)

3.         Syirik yang samar (Khofiy) yang lebih besar pengertianya adalah syirik batin seperti syiriknya orang-orang munafik, orang-orang yang mendustakan agama. Dan ada juga yang memasrahkan diri (bertawakkal) kepada para ulama, sehinnga hatinya cendrung dan yakin pada berkah ulama tersebut, bahkan setiap perkataan ulama menjadi tauladan baginya tanpa ilmu akibatnya apabila ulama itu adalah ulama yang berjalan diatas kemunafikkan maka dia akan tersesat. Akan tetapi apabila dikatakan kepadanya taatlah hanya kepada Allah dan rasul dan ulul’amri mingkum, mereka menjawab taat kepada ulul’amri itu adalah taat kepada ulama. Padahal penafsirannya adalah pemimpin yaitu hukum negara(sehubungan bahwa kita hidup dalam tatanegara). Sementara taat kepada ulama’ dianggap sebagai taat pada agama. Hal ini salah taatlah kepada Hukum-hukum Al-qur’an yang diajarkan oleh para ulama’.Adapula orang orang yang meyakini berkah dari mayit atau orang yang sudah mati, sholat dan berdo’a kepada Allah mohon perlindungan akan tetapi merasa afdhol bila berdo’a didekat atau di kubur tersebut. Selain itu adapula orang yang mencintai sesuatu seperti anak, istri kedudukan atau harta dan sebagainya sehingga menyebabkan ia meninggalkan hukum-hukum Allah SWT (menyembah tuhan-tuhan yang lain yaitu seperti kepuasan nafsu duniawi). itu semua termasuk juga syirik besar, akan tetapi bersifat syirik batin dan bukan syirik yang jelas.
(Untuk lebih jelasnya pelajari kitab-kitab tauhid yang mengupas hal-hal yang bersifat kemusyrikan, karna penulis tidak dapat menjelaskan secara terperinci mengenai syirik ini hanya sekedar memberikan pemahaman sebagai awal ilmu mengenal tauhid) Pada dasarnya syirik itu adalah satu yaitu menyekutukan Allah SWT. Hanya sifat dan bentuknya berbeda-beda ada yang jelas kemusyrikannya, ada yang bersifat sesuatu yang mendekati  atau yang berbahaya yang beresiko pada terjerumusnya seseorang kepada kemusyrikan  dan ada juga yang tidak kelihatan seperti orang-orang munafik dan sebagainya.

ان ابر حيم كان أمه قا نتا لله حنيفا ولم يك من المشركين

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh pada Allah dan Hanif (Berpegang teguh pada kebenaran), dan sekali-kali ia bukanlah  termasuk orang-orang yang mempersekutukan (tuhan)”  (An-Nahl : 120)

انالله لا يغفر أ يشرك به , ويغفرمادون ذ تك لمن يشاء

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain  dari syirik  itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.”    (An-Nisa : 48)

Selasa, 12 Oktober 2021

Kedudukan fatwa ulama terhadap Al-qur'an

 Kedudukan fatwa ulama terhadap Alquran


Mengajarkan ilmu yang salah atau menjauhkan manusia dari mengkaji Alquran, maka siap siap dineraka.


Ini berbeda dengan ijtihad yang apabila salah maka dapat 2 ganjaran pahala .


Dewasa ini banyak sekali orang yang meninggalkan mengkaji Alquran, sedang mereka sibuk membahas kitab kitab selain Alquran. 


Sebenar benarnya ilmu itu adalah Alquran dan sebaik baik manusia adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.


Fokuslah kepada kitabullah itu bila betul beriman kepadanya, bila belum memahami barulah menggunakan dalil hadist saheh untuk membantu. Bila dalil hadis saheh sehingga yang lemah juga tidak dapat membantu, maka gunakan ijma'ulama. 


Apabila kita mempelajari kitab ulama, maka pastikan saat itu kita sedang mencari informasi perbandingan, sebab kadang diantara ulama ada perselisihan. Menggunakan fatwa ulama yang satu artinya mengingkari ulama yang lainya. Karena itu saya anjurkan ijma' yaitu sesuatu yang disepakati.


Tapi sayangnya masa kini orang lebih membanggakan diri dengan kitab ulama yang dia kuasai, lalu dia mengajarkanya kepada orang awam,  sedang terhadap Alquran cuma sekedar mengimani tanpa mau mengupas isi.  Bahkan apabila dikitab ulama menegaskan sesuatu sedang pernyataannya itu bertentangan dengan Alquran, justru Alquran dia tinggalkan. Inilah musibah yang sebenarnya.


Berbeda dengan ijtihad, ijtihad itu terjadi apabila tidak kita jumpai dalilnya didalam Alquran atau kita belum memahami lalu didalam hadistpun  tidak detail menerangkan maka boleh berijtihad dengan pendapat ulama.


Oleh sebab itu sudah disepakati urutan pedoman yaitu

Alquran, Al hadist, ijma' qiyas. 

Bukan disamaratakan kedudukan ketiganya seakan bila berpedoman kepada fiqih ulama sudah dianggap benar dan selamat.  


Sebab menganggap fatwa ulama adalah pedoman aqidah maka Alquranpun ditinggalkan. 


Saya pernah dinasehati oleh seorang syekh dimasjidilharam tentang mutsannah, apa itu mutsannah yaitu

 "seseorang membuat kitab lalu dengan kitab itu umat sibuk mengkajinya dan lalai bahkan meninggalkan mengkaji Al-Qur'an, dan para pengkaji kitab bahkan menjadi penolak keras orang yang berupaya mengkaji Alquran" 


Ttd syekh abd

Jumat, 26 Februari 2021

Sejarah karangan dan perumusan hukum adat kandayan.(abd)

     Pada asalnya ada satu daerah yang dikurung oleh kubu sebentuk parit, yang disebut oleh masyarakat sebagai daerah kurungan, letak kurungan ini adalah dikampung Melayu tepi sungai mempawah. 

Dari data yang saya ambil hasil interviu ke orang tua sebagian mereka menyebut kurungan itu adalah asal nama kampung karangan. Yaitu diwilayah kurungan tersebut. 

    Adapun nama kampung sebenarnya diwilayah itu bernama kampung sunga' , artinya kurungan ada dikampung sunga'. 

   Selanjutnya ada satu peristiwa bersejarah yang tercatat berkenaan dengan pengukuhan nama kampung sunga' menjadi kampung karangan adalah peristiwa seminar 14 kepala Binua yang digagas oleh Panembahan Adijaya untuk memusyawarahkan hukum adat mereka. 

14 kepala binua' itu diantaranya

1.binua pakana.(ne'gahakng)

2.binua Garu (ne'ludan)

3.binua ohak (ne'qawe)

4.binua kaca' (temenggung ne'adi)

5.binua'paokng (ne'jangar)

6.binua'balayu(ne'nining)

7.binua lumut(ne'jaya)

8.binua sailo (Patih ne'jali)

9.binua Dompak(ne'sagati)

10.binua gerentong(Rimo jantan)

11.binua gado' (sudagar ne'mentok)

12.binua seba'u (ne'sikata)

13.binua pak kumbang(ne'damang)

14.binua pak Bandung (ne'bandung)

Hukum adat ini yang kemudian diberi nama hukum adat kandayan yang diadakan disunga', Panembahan Adijaya meminta persetujuan bersama untuk mengubah nama sunga' menjadi karangan, alasan yang diajukan adalah adanya upaya mengarang adat.  Akan tetapi alasan yang tepat adalah untuk mengubah identitas nama kampung menjadi kukuh dengan menyepakati nama bersama, nama yang diangkat adalah kurungan menjadi karangan.

Adapun pesan yang tersirat disini bahwa nama karangan adalah nama yang dibuat bersama panembahan Adijaya, 14 Binua,ketua kampung dan tokoh adat.

Didalam hukum adat yang disepakati tercantum pasal pasal antara lain darah merah darah putih ngareboa jongkok balala'  dan lain lain. Selainya untuk masyarakat Dayak sendiri tidak diikat oleh peraturan. Sebab prinsip dasar orang Dayak adalah 

Laut perpagar pasir disitu langit dijunjung.

Kemudian pelaksanaan sumpah diikrarkan dan diputuskan di daerah lubuk gundul, sekitar desa setum.

Ini dimaksudkan untuk menguatkan kemanunggalan antar rakyat dengan rakyat dan pimpinan kurun demi kurun.

Adapun pesan yang tersirat dari fakta sejarah ini bahwa hukum adat kandayan desa karangan adalah hasil kesepakatan bersama yang sudah tetap keadaanya untuk dihormati.



Kamis, 30 April 2020

SHOLAT TARAWEH

TARAWEH

Secara bahasa makna taraweh adalah istirahat atau tenang, kata ini biasa dipakai dlm pelaksanaan haji yaitu waktu tarawiyah, waktu tenang atau waktu istirahat.

lalu bagaimana dgn istilah sholat taraweh...?
adapun istilah sholat taraweh yang disematkan pada sholat malam bulan romadan adalah istilah yg muncul dari umat zaman ini, ada baiknya hal ini saya jelaskan.

Pada masa nabi saw, para sahabat dan tabi'in tdk dikenal adanya istilah sholat taraweh seperti istilah sekarang, sholat malam dibulan romadon disebut dengan nama qiyamullail atau qiyamurromadhon.

sabda nabi saw
Barang siapa yang (menjalankan) qiyam Ramadan semata-mata beriman dan mengharapkan keredaan Allah Swt, maka dosa-dosanya (yang kecil) yang telah lalu akan diampuni" (HR. Imam Bukhari).

adapun istilah tarwiyah pada sholat qiyamullail itu dari hadist rawi aisyah ra, beliau berkata adapun nabi saw sholat 4 rakaat lalu tarwiyah setelah itu beliau melanjutkan 4rakaat berikutnya annasa'i.

jadi, maksudnya sholat, tarwiyah sholat lagi lalu tarwiyah, tetap maknanya pada aslinya "istirahat atau tenang"
saya mengkaitkan ini dgn puasa sebulan penuh, kita diharuskan berpuasa sebulan penuh namun dibolehkan bagi kita makan minum dimalam hari serta menggauli istri bagi yg beristri,

artinya semirip kita sekolah dari jam 7 sd jam 12 dan ada waktu istirahat. begitulah perumpamaanya.
artinya malam hari pd bulan romadan adalah waktu istirahat berpuasa dan kita mengisinya dgn memperbanyak sholat malam, saya sebut sholat malam pada waktu tarwiyah, dan inilah hakikat sebenar dari kata sholat taraweh itu.

penj. Abdul jabbar Habib
BULAN ROMADHON DAN KETETAPAN BERPUASA

Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramida atau ar-ramadi yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. tdk perlu difilsafatkan bermacam macam.
jadi keistimewaan puasa bukan terletak pd bulanya tetapi kepada pelaksanaan puasanya,  dikarenakan orang orang berpuasa dibulan itulah maka adanya rahmat berkah maghfirah dsb, sehingga pada bulan itu sesuatu yg biasa menjadi istimewa.

puasa ini sudah dilakukan oleh orang orang terdahulu sebelum karasulan muhammad saw,
sebelum nabi diperintah berpuasa dibulan romadhon, nabi mengamalkan puasa. dibulan sa'ban mengikuti tradisi kaum qurais, yang merupakan sisa peninggalan ajaran nabi Ibrahim as.
dan nabi juga ketika awal hijrah memerintahkan kepada para sahabat untuk berpuasa dibulan itu yaitu bulan sa'ban, baru kemudian turun firman yg memerintahkan untk berpuasa dibulan romadhon.

wahai orang orang yg beriman ditetapkan atas kamu berpuasa sebagaimana ditetapkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

ayat ini menjelaskan kewajiban puasa sdh ada sejak dahulunya.
orang yahudi diperintah beruasa sebulan penuh tp mereka berpuasa sehari dibulan asyura,

orang nasrani diperintah berpuasa musim panas sampai kepada musim dingin lalu mereka berpuasa pada musim semi.

umat muhammad diperintah berpuasa dimusim panas, yaitu bulan romadhon yg didalamnya ada sejarah diturunkanya permulaan alqur'an.

kewajiban puasa ini memang sudah ada sejak nabi adam as dan nabi nabi setelahnya hanya bentuk dan waktunya ada perbedaan
mansawmaromadhona imanan wahtisaban ghufirolahu mataqoddamat minzambih.

Romadhon memang artinya musim panas, tetapi kita tidak fokus kepada musimnya, kita fokus pd ketetapanya,
dan untuk melaksanaanya dapat kita ketahui dari syrah nabi dan hadist rawi.

…Sungguh, telah datang bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah telah memerintahkan kepada kalian untuk berpuasa di dalamnya…” (HR Ahmad dan Nasa’i)

Penj,Abdul Jabbar Habib

TADARUS

TADARUS

Dari makna bahasa, tadarus berasal dari asal kata darosa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu ketambahan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam.

Adapun orang mengambil asal muasal tadarus dibulan romadhon ini  berdasarkan hadist yg diriwayatkan oleh  imam bukhari

Adalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, orang yang sangat dermawan dalam memberikan kebaikan dan lebih besar lagi kedermawanannya bila berada pada bulan Ramadhan, karena Jibril biasa menemui beliau pada setiap malam Ramadhan sampai habis bulan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallammenyodorkan Al-Qur’an kepadanya dan ketika Jibril menemui, beliau sangat besar kedermawanannya dalam memberian kebaikan, (sehingga melebihi) angin yang bertiup.” (HR. Bukhari)

Dalam rawi lain disebutkan bahwa,
Pada setiap tahun malam bulan romadhon jibril datang kepada nabi saw untuk menguji bacaan Alquran nabi saw kecuali tahun terakhir menjelang wafatnya,

Untuk mencari makna yg tepat perihal tadarus ini, sy mengumpulkan beberapa dalil yang berhubungan dengan itu lalu memilahnya berdasarkan kelompok amalan dimalam bulan romadhon,

Qiyamullail
Tadarus
Itikaf
Membaca Alquran

Dengan pengelompokan ini dpt saya lihat bahwa membaca Alquran dpt dikategorikan dua makna
1. jika membaca sebagai amalan ini bukan tadarus
2. Jika membaca alquran seraya memprrbaiki bacaan mentadaburi atau mengkaji makna ayat maka ini yang disebut tadarus,

Anjuran, jauhi microfon bila membaca Alqur'an dimalam bulan romadhon, hindari mengganggu orangbyang sholat dan etikaf, sebab amalan dibulan romadhon itu pilihan masing masing, jangan sampai kita egois dlm beramal, beribadah dalam keadaan mengganggu ibadah orang lain,
Selain itu biasakan membaca Alquran dengan tenang, nikmati bacaan demi bacaan kita sebab padanya ada ruh alqur'an,
Walau kita tidak bisa secara langsung mengerti isi yang kita baca, tetapi apabila ruh alquran sudah masuk kedalam jiwa kita, akan ada cahaya kenikmatan dan kefahaman.

Tanazzalulmalaikati"warruhufiha" bijnirobbihimmingkulliamr

Sejarah rasulullah saw digua hiro, turun malaikat bersama ruh padanya yaitu ruh alqur'an yang ditiupkan kedalam hati muhammad saw, lalu kemudian menjadi Alquran seperti yang kita kenal

Ket.Abdul jabbar Habib

Kamis, 17 Oktober 2019

AGAMA ISLAM

AGAMA ISLAM
sejenak kita mengkaji apa arti agama.
Adalah istilah dalam bahasa sansekerta yang bermakna hukum atau aturan.
A        =tidak
Gama=kacau
"Tidak kacau" atau dalam kata lain"tertib"
Konsep ini bila disandingkan dengan kondisi perpecahan dikalangan umat islam itu sangat jelas dan mudah difahami.
Bahwa yang berpecah belah itu bukan orang yang beragama islam melainkan orang orang yang sudah keluar dari agamanya tanpa dia sadari.
Islam memiliki aturan, segala urusan ada aturanya, segala aktifitas kehidupan kita terutama hal sakral itu hendaklah jangan keluar dari aturan islam. Segeralah kita koreksi terutama segala aktifitas dimasjid.
Sebab masjid ini sentral, contoh dan cermin tentang islam yang terbaik. Dan jika orang masjid saja enggan melihat aturan islam malah mencipta dan mengamal tradisi tradisi baru, artinya masjid itu perlu ditinggalkan
Semoga dapat difahami

Senin, 09 September 2019

Mutiara syair

MUTIARA SYAIR (Abdul Jabbar Habib)

Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun...daun yang tdk pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya
 

ALAM SEJATI
Tidur adalah gambaran setengah dari kematian, dan dianya juga adalah kematian,
 jasad yang  terbujur, bernyawa tapi tiada berguna, tak mendengar sebarang yang menegurnya,
 sebab rohnya pergi mengembara, pengisi cangkang itu pergi mengitari alam raya,
 sedikit terikat oleh tali yang tipis,
bagai layangan yang terbang menelusuri setiap tulisan dalam benaknya,
khayalan pun menjadi  tampak nyata..
begitulah ia akan mati....kehidupannya tidak ubah bagai kehidupannya saat ini.

TAWAKKAL
Berjalanlah sebagaimana takdir, tiada seorangpun yang tau tentang apa yang tercatat untuknya besok. Sekeras apapun menolak kematian..dialah taqdir yang tetap akan datang. apabila dunia mudah datang kepadamu, maka akhirat juga mudah mendatangimu. berjuanglah sebisa mungkin, bila bagimu itu yang terasa perlu (Nasehat dari Teman sewaktu dimekkah Kholid Al Hakami dan sya’ir Bahlul kepada Raja Harun A.Rasyid)

SYAITAN
itu bagaikan serigala, bila diusir dari arah yang satu, dia akan datang lg dari arah yg lainya (Imam Al Ghazali)

HAKIKAT DUNIA
kehidupan dunia bagaikan bangkai, berbau busuk dan menyengat.
bila kita merasa hidup didunia ini, hiduplah kita bersama hewan-hewan yang menyukai bangkai.
jauhi lebih baik sebelum baunya menjadi lebih busuk dan menyengat hidungmu, dan meracuni  sampai keparu-paru.
makanpun menjadi tidak enak

LAMAUJUDA ILLALLAH
Bila ada hamba,
pastilah ada Tuhannya.
Hakikat diri tiada arti,
makna tauhid menjadi sirna,
dimana makna Berasal daripada Allah dan kembali Kepada Allah.
 Semua yang maujud adalah fatamorgana,
yang sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah Dia.


ILMU YANG BUTA
manusia hanyalah sirkulasi, segalanya bertawab mengitari diri,
amal bertawab, dosa juga bertawab.
perbendaharaan ilmu pada manusia, menjadikan ia lalai dan seringkali lupa.
ilmunya tiba dipusaran kata-kata,.teori-teori membaca kebenaran.
Mereka mencari tuhan, tetapi Tuhan yang manakah yang ia kenal,
kebenaran manakah yang ia dapatkan.
ilmu-ilmu kini beranjak dewasa, dan menjadikan manusia sebagai hamba.
sehingga ilmu menjadikan ia durhaka, ilmu apakah yang ia dapatkan.
sungguh kebanyakan manusia telah memakan api, sekenyang perutnya
 kemudian dia semburkan dari mulutnya agar api itu membakar semua orang yang ada


ALAM TANGGUNG

MANUSIA SETAN DAN HEWAN
bedanya manusia dan hewan adalah bahwa hewan tidak bisa jadi manusia tetapi manusia bisa menjadi hewan. bedanya manusia dan setan adalah bahwa setan tidak bisa menjadi manusia tetapi manusia bisa menjadi setan

ALAM SEJATI DAN PENSUCIAN DIRI
alam kesejatian rasa adalah alam pertapa.
jasad mati ruhnya raya.
sejatinya diri adalah alam,
 bersatunya tanah, angin, api dan air.
pribadi diri adanya fitrah.
beribukan bumi berayahkan langit,
namun hayal manusia membuat dia kotor, dan berpenyakit.
mana mungkin melihat ikan yang berenang didalam air yang keruh.
maka jernihkan dahulu airnya.
dan kita akan melihat isi samudra yang indah disana

KEMBALI ASING
zaman ini adalah zaman dusta...
hampir segala sendi kehidupan dizaman ini adalah dusta belaka.
 kejujuran tampak sangat nyata..
tapi sebenarnya kejujuran itu asing dan langka.
 dan manusia-manusia juga senang sekali didustai.
 dan yang jujur akan mudah tersisih dengan keji

Aqidah addinulislam

Aqidah dienul islam
                Sebelum memasuki kepada pembahasan Dienul islam, terlebih dahulu kita bahas istilah yang berkaitan dengan itu, yaitu apa itu aqidah, dien dan islam…..
Aqidah yaitu pegangan,perjanjian,atau sandaran, atau keyaqinan
Dien yaitu petunjuk sebagaimana namanya sejak ia diturunkan bersama turunnya Nabi adam as kemuka bumi.
Islam yaitu selamat sebagaimana makna sebenarnya
Jadi Aqidah dienul islam bermakna sebuah pegangan atau perjanjian atau keyaqinan dengan petunjuk untuk mencapai keselamatan
Adapun aqidah dienul islam itu merupakan landasan utama yang mendasari kehidupan seseorang untuk mencapai keselamatan. dengan mengetahui landasan dinul islam maka akn mudah menilai kebenaran ajaran islam....seperti seorang guru yang menilai jawaban so'al muridnya dengan kunci jawaban yang sudah disiapkan...tinggal mencocokkan...dalam hal ini tdk berbicara masalah golongan
Aqidah dienul islam jarang dibicarakan.malah yang sering dipakai adalah aqidah golongan yang mengaku ahlisunnah wal jamaah
kita meyakini innaddina indallahil islam..tenntu bila kita mengaku umat islam harus mengetahui landasan aqidah islam. seberapa jauh pengenalan kita tentang landasan aqidah dienul islam...?
 addien tdklah tepat bila diterjemah sebagai agama saja..itu penafsiran yang sempit dan belum tepat. addien sudah diturunkan bersamaan diturunkannya adam as kebumi...lalu disempurnakan melalui kenabian Muhammad saw. sejarah mencatat bahwa islam sudah ada sebelum kerasulam Muhammad saw..beliau hanya meneruskan dien terdahulu dan membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman,
 "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."..Al baqaroh ayat 38,disinilah awalnya petunjuk diturunkan(addien). Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab, "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam." Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yaqub. (Ibrahim berkata), "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih dien ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalamke adaan selamat."Al Baqarah 132 133).
orang-orang yang selamat dinamakan muslim....tetapi beberapa tafsir saya perhatikan menterjemahkan addien sebagai agama. kita coba mengembalikan kalimat asalanya Addien. sehingga ayat satu dan yang lainnya bisa bersesuaian dengan Allahusthofa lakumuddien
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. ibrahim adalah imam seluruh manusia.
Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud.. 
sehingga bermakna kiblat yang kita menghadap padanya.
kita umat muhammad dan syariat nya juga syariat yg di ajarkan muhammad...betul kita umat Muhammad.kita hidup dimasa kerasulannya....Allah tdk membedak-bedakan seorangpun diantara rasul-rasulnya semua membawa risalah yang sama...lihat Al Baqaroh ayat 285. didalam ayat ini tertera Aqidah iman para rasul
Rasul telah beriman kepada al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdo'a), "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.....
salah satu rumusan landasan Aqidah dienul islam yaitu iman...lima perkara...sedangkan penambahan yang satunyaberiman kepada taqdir) berdasarkan ayat lainnya dan didukung oleh hadist.
"Iman ialah hendaknya engkau percaya kepada Allahmalaikat-malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, dan engkau percaya kepada qodho'-qadar-Nya, yakni baik dan buruk dari Allah SWT."
(H.R. Muslim dan Umar)
kajilah golongan manapun,apakah benar golongan itu berpegang teguh kepada landasan iman ini...dan saya perhatikan banyak yang menambahnya dengan percaya kepada yang selain ini
bila sama maka mereka siman dengan kita.
Allah telah menurunkan kitabnya(petunjuk) kepada para rasulnya melalui malaikatnya, untuk disampaikan kepada umatnya. tentu semua tau apa yang disampaikan Rasulullah saw. dan carilah hadist atau ayat lain hubungkan dengan ini akan sesuai.
 Fainna asdaqal hadist kitaballah wakhairul hadi hadiyummuhammadun saw........
Aku tdk lain hanyalah manusia biasa yang menyampaikan peringatan dan kabar gembira.....
.telah kutinggalkan kepada kalian apa yang tdk akan tersesat bila kalian berpegang teguh padanya yaitu kitabullah....
 intinya kita harus percaya kepada janji Allah yang pernah disampaikan kepada adam as sewaktu diturunkan kedunia.....
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."..Al baqaroh ayat 38
kitabullah...zalikal kitabula ghoibafihihudallilmuttaqiin.