Senin, 07 Februari 2011

Mungkinkah Kyai syufu' Itu Adalah Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari?

     Sesuatu yang sangat menarik dalam penelusuran silsilah keluarga yang hilang. kehidupan manusia memang sangat sulit ditebak, seperti apa corak hidup mereka terutama mereka para ulama itu. semakin dicari semakin menghilang, samar-samar dan bikin diri jadi penasaran. Tersebutlah kisah beberapa tokoh yang dikenali oleh masyarakat Desa Karangan Mempawah Hulu. Mereka adalah pejuang yang tangguh melawan belanda, mereka juga adalah kaum bangsawan, dan mereka juga adalah ulama mufti dimekkah. namun bila dijejaki nama-nama mereka dideretan ulama melayu nusantara, maka mereka menghilang bagai ditelan bumi. begitu pandainya kepribadian mereka bersembunyi dibalik nama-nama baru itu.padahal masyarakat desaa karangan yang juga merupakan keturunan mereka, hanya mengetahui asal usul mereka itu, mereka adalah juriat kerajaan Luwu sulawesi yang pecah diterjang amukan penjajah, kemudian ada juga yang  berasal dari Brunai Darussalam dan bahkan merupakan salah satu raja sebelum kerajaan Brunai ditaklukan penjajah. dan ada juga yang pernah menjadi mufti dimekkah sejaman bahkansama-sama berguru dengan Syeih Khatib Ahmad Sambas dimekkah. dan lain sebagainya.
     Cerita tentang mereka kini hilang begitu saja, tanpa ada satu orangpun diantara peneliti ulama nusantara yang mengenal mereka kecuali hanya menyebut-nyebut ceritanya saja. Ada beberapa orang saja juriat mereka yang dikenali oleh peneliti itu. seperti Syeih Syihabuddin Al Pontiani/Al Banjari yang mempunyai anak yang bernama Syeih Usman Syihabuddin Al Pentiani/Al Banjari. padahal ibu dari Syeih Syihabuddin yang dikenal sebagai Tuan Baiduri atau Tan Baiduri, dimakamkan dikampung Karangan itu bersama ayah dan juga saudaranya..
     Bukankah Suami dari Tuan Baiduri atau Tan Baiduri itu adalah Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari, yang merupakan penyebar agama yang sangat terkenal di Kalimantan Barat. apakah tidak ada yang mengenal bagaimana beliau menyembunyikan identitas dirinya terhadap ancaman penjajah Belanda?...sedikit sekali yang memikirkan hal itu. sementara didalam catatan Wan Muhammad Saghir (alm) bahwa syeh Muhammad Arsyad Albanjari Tidakpun mengaku dirinya seorang sayyid melainkan beliau mengaku berdarah bugis. Lalu siapakah Kyai Syufu' itu, yang dalam bahasa bugis asli disebut si ufe' ?...Dia adalah Suami dari Tan Baiduri yang dimakamkan di kampung Karangan itu yang mempunyai putra bernama syeih Syihabuddin Al Pontiani. Apakah beliau Adalah Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari ?.Allahu'alam.
     Sedikit keterangan tentang kampung karangan. Bahwa kampung ini adalah suatu tempat bersembunyi yang sangat aman bagi para pejuang-pejuang yang sedang diburu oleh komplotan penjajah. mereka adalah para kaum bangsawan dan ulama yang bersasal dari Malaisia, Brunai, Sulawesi dan sebagainya. Mereka menjadikan Kampung karangan sebagai tempat untuk pelarian. Asal nama kampung ini juga adalah barasal dari kata kurungan. Yaitu suatu tempat yang dikurung oleh parit-parit/ kubu untuk bertempur. Kubu-kubu ini dibuat hanyalah sebagai persiapan kalau-kalau komplotan penjajah tiba-tiba datang menyerang, padahal hal itu belum pernah terjadi. Dari kata kurungan inilah yang kemudian menjadi nama kampung yaitu Karangan.
     Dilokasi Kurungan itulah Tan Baiduri, kakaknya H.Yunus dan ayahnya Tan Kafi dimakamkan. Pada mulanya kuburan disana cuma sedikit. namun lama kelamaan menjadi semakin banyak. hal ini bukan dikarenakan masyarakat kampung karangan banyak yang dimakamkan disana, melainkan kubur-kubur itu datang secara sendirinya. Apakah suatu hal yang aneh, aneh sekali tetapi tidak aneh bagi masyarakat disana. sebab Maqam Panembahan Adiwijaya Kesuma juga demikian kejadiannya. Beliau dimakamkan di mempawah sebelah hilir, akan tetapi kuburnya pindah secara ghaib di karangan ini. Beliau itu sangat dikenal denga prinsipnya yang anti penjajah. sehingga bersumpah tidak mau dimakamkan ditempat yang pernah diinjak oleh penjajah. Dan karangan inilah tempat mereka bersembunyi yang aman.
     Sebelumnya saya tidak begitu faham dengan cerita semua ini, kami menganggap semua ini hanyalah bagian dari sejarah yang tidak perlu di besar-besarkan. kami menyimpan cerita ini didalam dada saja. meskipun kami tau ada kekerabatan dekat antara orang-orang Karangan dengan Malaisia, Brunai Darussalam, Fatani dan Mekkah. Namun atas desakan Neneknda Syekh Kalsum Ahmad Bujan Al Pentiani yang berada dimekah. Akhirnya cerita yang sudah terpendam ini diungkit kembali.
     Syekhah Kalsum Ahmad Bujan Al Pentiani adalah anak dari Syeih Ahmad Bujan Bin Kyai Safi'i Bin Kyai Syufu' (istrinya adalah Tan Baiduri berasal dari Brunai Darussalam). Syeih Ahmad Bujan berkahwin dengan Syeihah Jubaidah Binti Syeih Usman Bin Syihabuddin Bin Kyai Syufu'. Mereka masihlah bersaudaraan. Saya tinggal Bersama Syeih Kalsum Ahmad Bujan selama tiga tahun. Adapun kedatangannya kekampung karangan adalah untuk menjenguk keluarga yang sudah lama terpisah. Beliau lahir dimekkah, ayahnya lahir disarawak, ibunya lahir dimekkah. beliaulah yang meminta saya untuk meneliti dan menyusun silsilah keturunan dengan harapan, anak cucu nanti tidak lagi berputusan hubungan. Acara mencari keluarga diindonesia adalah merupakan amanah dari ibundanya Syehah Zubaidah binti Syeh Usman Syihabuddin, yang akhhirnya kita semua bertemu dengan mesranya.
     Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan silsilah keturunan, berikut sejarah perjalanan hidup keeturunan selama enam tahun. sebagai sumber informasinya adalah apa yang tertulis didalam kitab-kitab warisan yang bertuliskan hurup arab melayu, juga cerita-cerita sesepuh kampung. dan riwayat keturunan dari Syehah Kalsum sendiri. Kemudian saya mencoba meneliti tentang mereka-mereka melalui sumber internet terutama yang ditulis oleh Datuk Wan Muhammad Saghir (alm). Tulisan beliau sangat membantu dalam penyusunan saya yang saya beri judul "Menyelusuri jejak keluarga yang hilang". Akan tetapi ada sedikit kejanggalan yaitu pada nama ayah Syeih Syihabuddin. didalam riwayat kami bahwa Syeih Syihabuddin  berayahkan Kyai Sufu' (istrinya bernama Tan Baiduri yang dimakamkan dikampong Karangan). sementara dicatatan Wan Muhammad Saghir bahwa Syeih Syihabuddin adalah putra Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari (Beristrikan Tuan Baiduri yang dimakamkan dikampung Karangan). Lalu siapa Kyai Sufu'? mungkinkah beliau adalah Syeih Muhammad Arsyad Al Bajari?...Allahu'alam. semua bukan hal yang penting. yang jelas kami dapat menemukan asal usul keturunan kami.







    







   

Minggu, 06 Februari 2011

Bahan Khutbah JAUHI BID'AH

Jauhi Bid'ah (ust.Abdul Jabbar Habib Karangan)

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Ikwanul Muslim Rahimakumullah

Segala Puji Bagi Allah meliputi segala puji-pujian tertinggi, Dialah yang Maha Rahman dan yang Maha Rahim, yang senantiasa melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita dan seluruh alam ini tanpa henti. marilah sebagai manusia yang beriman, kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada_nya, dengan sebenar-benar taqwa. Meliputi perasaan takut, ta'at dan cinta. karena hanya kepada Allahlah kita bermula dan hanya kepada-Nya pula kita akan kembali.
Salawat serta salam senantiasalah kita haturkan kehadirat junjungan kita Nabi Muhammad saw, penghulu sekalian nabi, utusan Allah yang membawa risalah kebenaran yaitu "sembahlah Allah saja", nabi pembawa risalah yang sangat lengkap dan sempurna, nabi ahir zaman yang telah diutus kepada kita sebagai suri tauladan yang terbaik dan sempurna dalam etika interaksi baik terhadap alam maupun terhadap Allah Swt. salam sejahtera atas beliau, semoga Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepada beliau, keluarga serta juriat-juriatnya, serta orang-orang yang senantiasa menaati apa yang telah dibawanya, amin.
Kita manusia adalah mahluk Allah yang diciptakan-Nya dalam bentuk yang sempurna dan terindah, dianugrahkan pula akal dan fikiran, taufiq serta hidayah dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki didunia maupun diakhirat. semoga amal soleh kita meningkat selama hayat dikandung badan.
Marilah kita renyngkan Firman Allah Swt dibawah ini :

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, ambillah, dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah, taqwalah kepada Allah, sungguh. Allah sangat dahsyat adzab_nya". (Al-Qur'an surat : al-Hasyr ayat 7).

Rasulullah saw dalam melaksanakan tugas menyampaikan risalah Allah senantiasa dalam bimbingan Allah. beliau tidak mengucapkan hukum syari'at atas kemauan dan hawa nafsunya sendiri. Apa yang didakwahkannya adalah berdasarkan tuntunan Ilahi. Karena itu taat kepada rasulullah berati taat kepada perintah Allah.
Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Rasulullah saw, pada suatu berkhutbah, merah matanya dan lantang suaranya kelihatan sangat marah bagaikan memberikan komando kepada tentara. Rasulullah antara lain bersabda :

"Maka sesungguhnya, sebaik-baik keterangan, adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Saw. Dan sejahat-jahat sesuatu ialah yang diada-adakan tanpa dasar agama, dan tiap-tiap bid'ah adalah sesat". (H.R.Muslim).

Abu Dawud dan Attirmidzy, dari abu Najih, ia mengatakan. Rasulullah Saw memberi nasehat yang teramat penting, mersap didalam sanubari, dan mencucurkan air mata sehingga kamipun berkata : Ya Rasulullah, bagaikan nasihat seorang yang akan meninggalkan kami. Kami mohon nasihat darimu ya Rasulullah. Maka Rasulullahpun berwasiat, antara lain :

"Sungguh siapa yang sempat hidup lanjut diantaramu, akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah Khalifah-Khalifah yang memperoleh hidayah, dan gigitlah sekuat-kuatnya dengan gerahammu".

"Dan waspadalah kamu dari segala sesuatu yang diada-adakan, maka sungguh tiap-tiap bid'ah adalah sesat".

Dari kedua riwayat diatas terlihat secara gamblang Rasulullah menandaskan tingkah laku, amal perbuatan yang berhubungan dengan "Muhdatsah" yang mengandung pengertian perbuatan yang diada-adakan, direka-reka dan dibuat-buat, atau membuat model baru dalam masalah keagamaan, yang tidak murni bersumber atau bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, hal itu adalah bid'ah. Maka tiap-tiap bid'ah itu sesat, dan tiap yang sesat itu keneraka.

Para Ulama mendevinisikan bid'ah misalnya Imam Asysyatiby dalam kitabnya "A-I'tisham", yang artinya bid'ah itu adalah suatu cara keagamaan yang direka, bertujuan sebagaimana yang dimaksud oleh syara' Untuk mengabdi kepada Allah Swt, dengan cara yang berlebih-lebihan.

Saudara-saudaraku kaum muslimin. memandang betapa bid'ah ini sudah menjadi sesuatu yang sulit dihindari pada jaman ini, disebabkan banyaknya faktor yang mempengaruhi, misalkan dengan adanya taqlit buta, juga kurangnya pemahaman tentang apa yang dimaksud bid'ah itu sendiri, juga adanya orang orang yang sengaja berbuat untuk menyesatkan kita, dan tidak sedikit bid'ah ini tercipta dari bercampur baurnya antara adat dan agama sehingga menyebabkan penilaian menjadi samar dan sulit untuk dipisahkan. kecuali dengan pemahaman ilmu yang sebenarnya.
Setakat ini mari kita peerhatikan, betapa banyaknya sesuatu yang baru dalam ritual agama dimasarakat kita. bahkan tidak sedikit yang meletakkan hukum pada kebiasaan masyarakat atau budaya, dengan menisbatkannya sebagai sunnah. Kemudian ada juga yang berani mewajibkan perkara-perkara baru tersebut, sehingga terjadilah penghalalan perkara haram dan pengharaman perkara yang halal. bagaimana kita bisa selamat dari itu semua. semoga Allah membimbing kita kepada jalan yang lurus dan pemahaman agama.
selanjutnya, apakah ada bid'ah hasanah, atau bid'ah yang baik ?. sungguh taqlit buta sudah menjadikan segolongan saudara kita meyakini hal itu. Didalam kitab Assunnah Wal-Muftadi'at oleh Syeh Muhammad Abdussalam, menerangkan : Sebagian ulama Muta'khirin yang membagi bid'ah menjadi lima macam adalah Khata'un Wazannun. malah tindakan tersebut bertenden membangkang dan menyudutkan Rasulullah Saw. yang telah bersabda : "tiap-tiap bid'ah itu adalah sesat". Mari kita perhatikan Firman Allah sebagai berikut :

"Dan siapa saja yang memusuhi Rasul, sudah jelas kepadanya petunjuk(yang benar), dan mengikuti yang bukan jalan orang yang beriman, Kami biarkan ia mengikuti kecendrungannya; dan akan kami biarkan mereka dalam neraka jahannam, seburuk-buruk tempat kembali".
(Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 115)


'Aisyah R.a, istri Rasulullah Saw. dalam suatu dialog mengungkapkan : 'Aisyah berkata, telah bersabda Rasulullah Saw :


"Wahai 'Aisyah, tahukah kamu siapa yang dimaksud oleh Firman Tuhan, (mereka yang memecah-belah agamanya, dan menjadi beberapa golongan"? (Q.S;6:159)
'Aisyah mengatakan : Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.
Rasulullah bersabda : "Mereka adalah golongan hawa nafsu, golongan bid'ah, golongan yang tersesat dari umat ini".
Selanjutnya Rasulullah menambahkan. "Hai 'Aisyah!, sungguh, bagi setiap dosa dapat bertaubat, kecuali golongan hawa nafsu dan bid'ah. tiadalah taubat bagi mereka ; Aku tidak bertanggungjawab kepada mereka, dan merekapun bebas terlepas daripadaku"'(AL-I'tisham I h 60)


Tiadalah ada taubat bagi ahli bid'ah, lantaran mereka menganggap apa yang dilakukan mereka tidaklah salah, malahan sebaliknya, mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah yang paling benar dan hebat. jadi berbeda dengan orang yang terlanjur berbuat maksiat lalu kemudian mereka sadaar yang pada akhirnya mereka minta ampun dan bertaubat. sedangkan ahli bid'ah itu akan terus menganggap perbuatannya itu benar.
Rasulullah telah bersabda pada haji wada':


"Dan sesungguhnya telah kutinggalkan kepadamu sekalian suatu yang tak akan sesat kamu sesudahnya, jika kamu berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah".


Kemudian pada waktu wukuf. Rasulullah membacakan firman :


"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kulengkapkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Kuredoi Islam itu menjadi agama bagimu". (Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 3)

Saudaraku kaum Muslimin yang Dirahmati Allah Swt.


Marilah kita menjauhi bid'ah, menjauhi dengan sejauh-jauhnya. mengingat setiap kita diwajibkan menerapkan agama islam dengan murni, marilah kita kembali kepada hakikat kita beragama, hakikat kita beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada kitab-kitab dan malaikat-malaikat-Nya, serta hakikat kita beriman kepada hari Akhir serta Takdir yang ditentukan-Nya. Marilah kita terapkan islam sebagaiman ketetapan rukunnya, dan tidak menambah-nambah perkara yang sangat beresiko kepada kekafiran dan bid'ah. Berdayakanlah akal dan budi kita dengan ilmu yang sudah disediakan oleh Allah sebagai bimbingan yang lurus yaitu Al-Qur'an. untuk kita membedakan sesuatu yang haq dan yang bathil, agar kita dapat berjalan dijalan yang lurus, yaitu jalan yang diredhoi oleh Allah Swt.
Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan Taufiq serta Hidayah-Nya kepada kita semua dan para pemimpin umat agar kita kita semua menjadi insan yang selalu menaati perintah Allah dan tidak berpecah belah. dan mendapat Rahmat dari Allah Swt. Amin.


Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Mutiara nasehat : Abdul Jabbar Habib Basuni Karangan

Tentang Manusia


     Semoga Allah SWT membimbing hamba yang dh'oif ini kepada perkataan yang benar. Segala puji bagi-Nya meliputi segala pujian tertinggi. Solawat serta salam juga senantiasa terhatur kepada junjungan kita nabi Muhammas saw, nabi ahir zaman pembawa risalah-risalah kebenaran dan suri tauladan yang sempurna dalam bertauhid.
Sebagai sajian pertama saya, saya Abdul Jabbar Bin Habib Basuni Karangan, akan menyampaikan sedikit pemahaman tentang manusia dan dan asal mula kejadian manusia dengan berharap agar bermanfaat bagi kita semua dalam usaha pengenalan diri.

Bismillahirrohmanirrohiim......

MANUSIA

      Bermula dari Allah SWT menciptakan manusia, yaitu daripada segumpal tanah kemudian ditupkan roh padanya sehingga ia bernyawa atau hidup. Inilah manusia yang merupakan perpaduan dua unsur yang kemudian melahirkan sifat baru. Kedua unsur itu ialah jasad dan roh yang kemudian hidup, yang lebih populer kita namakan jiwa dan raga dan hidup.
      Manusia yang juga berarti lupa bila kita mengambil kata dasarnya yaitu insya. sangat tepat bila diistilahkan seperti ini yaitu bahwa manusia adalah tempatnya segala salah dan lupa. Demikianlah kenyataannya bahwa manusia memang selalu lupa, lupa tentang asal mula kejadiannya. padahal Allah SWT sudah memerintahkan agar manusia itu mengetahui dari apa dia diciptakan.
Bila kita menelaah kepada sejarah diturunkannya Al-Qur'an, bahwa Allah SWT menurunkan kepada Nabi Muhammad saw lima ayat yaitu Surat Al 'Alaq. Inilah dasar yang sangat sempurna yang diturunkan oleh Allah kepada manusia untuk berfikir. yaitu dengan membaca, membaca tentang asal kejadian manusia. Sesungguhnya manusia yan diciptakan dari tanah, dari segumpal darah, dari saripati bumi, dari air yang terpancar, dari setitik air yang hina, dari setitik nuqtah dan sebagainya, adalah agar kita mengenal Allah SWT.
Semoga tulisan ini dapat berguna untuk kita berfikir tentang Allah SWT, mengingat pengenalan kepada allah SWT ini adalah merupakan awal kita beragama.Dengan mengenal Allah SWT maka mudahlah kita beribadah kepada-Nya. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua amin.

       Mari kita melilik tentang kewajiban berhaji, untuk apakah kita melaksanakan haji kebaitullah ?..hampir semua orang islam akan menjawab "yaitu untuk memenuhi panggilan Allah". tetapi panggilan Allah untuk apa ?....Yaitu untuk meng Esakan Allah, sebagaimana lafaz talbiyahnya yang berbunyi "Aku penuhi panggilanmu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, Aku penuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu........", lafaz ini di kumandangkan setiap kita berhaji, tapi apakah semua orang memahami maknanya yang sebenarnya ? mengapa kita harus berihrom, lalu wukuf diarofah, lalu melempar jumroh, lalu tawaf di baitullah ?. sebenarnya semuanya ini adalah isyarat agar kita mengenal Diri kita yang sebenarnya, mengenal sejarah penciptaan manusia, mengenal hakikat diturunkannya manusia dimuka bumi ini, mengenal tentang alam ini. Sesungguhnya Allah telah menciptakan jin dan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya, dan seluruh elemen alam ini adalah bahan dasar untuk berfikir bagi manusia, semata-mata agar manusia mengenal Tuhannya.
       Haji adalah Rukun islam yang kelima, adalah ahir dari kesempurnaan kita beriman dan beragama. pertanda bila kita benar-benar beriman maka kita haruslah suci, karena kita berasal daripada suci dan kembali pula dalam keadaan suci.Sungguh untuk mensucikan nama Allah, atau memenuhi panggilan Allah untuk meng Esakan-Nya tidaklah mesti jauh-jauh datang kebaitullah. dimana saja kita selalu diseru, dan tidak boleh mempersyarikatkan Allah dengan segala apapun.
       Sungguh agama islam ini benar-benar sempurna bagi yang sudah benar-benar pula memahaminya. Segala aktifitas ibadah yang diatur oleh islam mengandung makna-makna yang sangat tinggi untuk kebaikan kita dunia dan akhirat. kebaikan yang menyeluruh meliputi jahir daan batin. sebagai salah satu contoh adalah ibadah sholat.
       Islam mewajibkan pengikutnya untuk mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam, kewajiban ini mutlak bagi yang sudah sempurna akalnya (baligh). dan ditentukan pula rukun,wajib dan sunnahnya, agar kita dapat memahami satu demi satu makna yang tersirat didalam setiap gerakan juga bacaan-bacaannya. semuanya adalah isyarat ilmu yang harus kita pelajari satu demi satu hingga kita memahaminya.
       Manusia adalah perbendaharaan yang tersembunyi, yang  terdiri dari dua bagian yaitu yang jahir dan yang bathin. didalam setip ritual agama selalui ada kedua hal itu, mengingat kesemuanya adalah unsur alam yang terpadu menjadi satu, sempurna menjadi bentuk yang terbaik yaitu manusia. maka marilah kita mengenal Allah dengan mengenal manusia (diri kita), memilah segala unsur-unsur yang ada pada kita baik unsur mikro maupun makronya. mengupas segalanya menjadi butiran-butiran yang bermakna sesuai  dengan konsep ilmu  perintah dan yang diperintahkan serta apa yang diperintahkan. "kenallah dirimu niscaya kau akan mengenal Tuhanmu".
       Saudaraku semuanya... ini adalah awalan persembahan saya, sebagai pengantar kata dalam blog ini. insya Allah saya akan tuliskan  karya saya yang berjudul "Karya ilmiah sifat 20 ilmu laduni tentang rahasia ilmu dalam sifat", yang merupakan hasil kajian saya menyatukan pemahaman tasawuf kedalam syari'at. semoga karya saya itu dapat bermanfaat bagi orang banyak terutama bagi yang suka mempertentangkan antara syari'at tariqat, hakikat dan makrifat. yang pada hakikatnya adalah satu didalam gerakan rukun sholat. satu pula dalam hakikat iman, islam dan ihsan....iman, ilmu dan amal. Allah, Muhammad, Adam.


      Pada suatu masa Allah Swt memerintahkan malaikat Jibril as untuk turun kebumi untuk mengambil sebagian tanahnya. yang untuk dijadikan bahan untuk menciptakan Adam. Ketika sampai dibumi, bumipun enggan dan tidak mau dirinya dijadikan Adam. bahkan bumi bersumpah kepada Allah. Aku tak rela sebagian tanahku untuk dijadikan adam karena aku khwatir, nanti adam akan berbuat maksiat kepada Allah. Kemudian Jibril kembali kehadirat Allah, karena tidak bisa berbuat apa-apa setelah mendengar sumpah bumi. Setelah Jibril gagal, kemudian Allah menitahkan kepada malaikat Mikail. untuk turun kebumi dengan tugas yang sama. Akan tetapi Mikailpun mundur teratur dengan tangan yang hampa, menghadap kehadirat Allah Swt. Karena Mikail mendengan perkataan bumi yang sama dengan malaikat Jibril. Selanjutnya Allah Swt, menitahkan kepada malaikat Isyrofil untuk turun kebumi. Tetapi juga tidak berdaya. sehingga ia kembali kehadirat Allah Swt, dengan muka yang agak muram dan merasa malu  karena mendengar kata-kata bumi, sebagaimana yang telah diucapkan dengan para malaikat yang terdahulu. Terakhir Allah Swt, memerintahkan malaikat Izrail as, dengan pesan supaya jangan mundur, [i]"kendatipun bumi mengatakan yang sama. Katakan kepada bumi bahwa, apa yang dilakukan adalah atas perintah Allah". Begitu setelah Allah berfirman, maka izrail pun turun kebumi dan berkata: "Hai Bumi, ketahuilah bahwa kedatanganku kemari adalah atas perintah dan nama Allah. jika engkau membantah apa yang aku kerjakan, berarti engkau membantah perintah Allah. Tentu engkau tidak akan mau menjadi mahluk yang durhaka kepada Allah"[/i] Mendengar perkataan Izrail, bumi tidak beraksi dan tidak berkata apa-apa. selain membiarkan dan merelakan Izrail mengambil tanahnya. Maka Allah berfirman kepada Izrail :"Engkau yang pertama Kutugaskan, dan engkau juga yang akan mengambil ruhnya juka ia meninggal dunia". Izrail berkata kepada Allah Hamba takut dibenci sekalian anak cucu Adam. Karena pekerjaan hamba itu. Allah Berfirman :Anak cucu adam tidak akan memusuhi engkau. karena Aku yang akan mengaturnya. Aku buat sebab musabab akan mengambil nyawanya.misalnya terbunuh, sebab terbakar, disebabkan sakit dan lain-lain. sehingga ia tidak menuduh kamu yang membunuhnya atau mengambil azalnya".
       Ibnu Abbas r.a berkata : bahwa tanah yang diambil dari bumi itu adalah saripati tanah seperdi berikut :
1. Baitul Maqaddis                 dijadikan kepala Adam as
2. Bukit Tursina                   dijadikan telinga Adam as
3. Tanah negeri iraq               dijadikan dahi Adam as
4. Tanah negeri Aden               dijadikan muka Adam as
5. Telaga Kalkausyar               dijadikan mata Adam as
6. Tanah Kalkausyar                dijadikan gigi Adam as
7. Tanah Ka'bah atau Baitullah     dijadikan tangan kanan Adam
8. Tanah paris atau erofah         dijadikan tangan kiri Adam
9. Tanah Khurasan                  dijadikan Perut Adam
10.Tanah Babilonia                 dijadikan kemaluan Adam as
11.Tanah dari bukit Thursina       dijadikan tulang-tulang Adam as
12.Tanah surga Firdaus             dijadikan Hati adam as
13.Tanah dari negeri india         dijadikan dua kaki Adam as
14.Tanah negeri Thaif              dijadikan lidah Adam as

       Tanah-tanah tersebut adalah saripati tanah yang diperas seperti kelapa yang diperas dan diambil santannya untuk membuat minyak. sehingga saripati tersebut terkumpul menjadi satu. kemudian menjadi darah daging  nabi Allah Adam as. Setelah itu tubuh nabi adam dibuat sembilan lubang. tujuh buah letaknya dikepala, yaitu dua buah lubang mata, dua buah lubang telinga, dua buah lubang hidung, satu buah lubang dimulut, satu buah lubang dikemaluan dan satu buah lubang di dubur. Di jadikan pula lima buah tempat panca indera.
1. Mata tempat melihat
2. Hidung tempat mencium
3. Telinga tempat pendengaran
4. Mulut untuk memasukan makanan dan rasa
5. Kulit tempat alat perasa.

       Tatkala Allah Swt akan menjadikan patung adam, Tanah itu dicampuri dengan air tawar, angin, api kemudian Allah resapkan (ruh-Nya) adalah terdiri dari sifat Allah Swt. Lalu patung Adam as itu, digenggam dengan genggaman Jabarut. Selanjutnya diletakkan dalam Malakut. sesungguhnya tanah yang akan dijadikan patung Adam as, adalah tanah pilihan sebagaimana diterangkan diatas. selanjutnya patung Adam itu diberi hujan (Bahrul Uluhiyah) dan kemudian direndam kedalam air (Qudratul Izzah) dan diisi dengan sifat Jalal dan Jamal. Maka sempurnalah keadaan lembaga Adam as
       Menurut keterangan para Ulam', Ketika patung Adam as diselubungi dalam kurun waktu 120 tahun dunia. yaitu :
1. 40 tahun ditanah yang basah
2. 40 tahun ditanah yang berbau
3. 40 tahun ditanah yang kering
kemudian Allah rubah patung Adam as itu, dengan seindah-indah rupa yang elok dengan kemuliaan Allah Swt. maka tertutuplah sekalian pandangan malaikat daripada melihat hakikat yang sebenarnya. ia memandang rendah Adam as rendah derajatnya daripada mereka yang disebabkan kurangnya Ma'rifatnya mereka. Padahal hakikat Adam lebih mulia dari mereka, dan mereka tahu bahwa Adam as akan dijadikan khalifah diatas bumi ini. dan mereka keheranan. mengapa orang yang akan menjadi kholifah Allah demikian kejadian asalnya. Dan sangat berbeda dengan kejadian Jin yang diciptakan dari api dan demikian juga malaikat dari cahaya sendangkan Adam as daripada tanah.
      Ketika Ruh itu disuruh masuk didalam lembaga Adam as, yang membeku seperti batu cadas. Ruh itu bukannya masuk melainkan berputar-putar disekeliling jasad Adam as. yang disaksikan oleh para malaikat seperti Jibril as, Mikail as, Isyrofil as, Izroil as dan para malaikat lainnya. Selanjutnya Allah menitahkan Izrail as memasukkan Ru (Ruhani) kedalam lembaga Adam as, maka Ruh itu masuk secara perlahan-lahan sampai batas kepala saja, dan memakan waktu 200 tahun dunia. Lalu diperintahkan Allah dengan keras terhadap Izrail, maka dipaksa masuk menyeluruh meliputi tubuh Adam as, sehingga matanya bisa melek, melirik kekiri dan kekanan dan dapat melihat malaikat sekelilingnya. Telinga dapat mendengar sehingga malaikat mengucapkan tasbih memuji kebesaran Allah. Ketika Ruh mencapai batas hidung, maka adam bersin dan mulutnya terbuka. pada saat itu ia diajarkan membaca "Alhamdulillah" seperti yang dilakukan sekarang ini. kemudian Allah menjawab ucapan Adam tersebut dengan kalimat "Yarhamkallah" yang artinya "Semoga Allah memberi Rahmat kepadamu".
       Pada saat Ruh sampai dilembaga Adam as, tiba-tiba saja Adam as mau bangun, tetapi lembaga Adam as yang dibagian bawah masih membatu. ini adalah menunjukkan sifat adam itu tidak sabar atau tergesa-gesa. sebagaimana Firman Allah Swt dalam surat Al Isyra' ayat 11 yang artinya :

"Dan adalah manusia itu bersifat suka tergesa-gesa".

Setelah meresap sekalian tubuh itu kedalam tubuh Adam as, maka hiduplah Adam dengan sempurna. Menurut riwayat, ketika Adam berada disurga sangat bagus dan indah sekali kulitnya, tidak seperti kulit kita sekarang ini. Ianya putih bersih dan licin serta mulus dan halus warna kulitnya. Sebagai peringatan kita yang masih ada tinggal warna kuku pada manusia. semua warna kuku manusia sama, kendatipun warna kulitnya berbeda-beda, ada yang hitam, putih atau merah. Julukan nabi Adam adalah Bapaknya manusia (Abul Basyar) dan Nabi Muhammad dijiluki Bapak segala Ruh (Abul Arwah). setelah dijadikan Adam as dengan sempurna, sebagai manusi pertama dengan wajah yang bagus, simpatik, ganteng. dan semua malaikat ahirnya merasa kagum kepada Adam as, yang begitu bagusnya. Mereka tidak menyangka sama sekali, bahwa yang berasal dari tanah menjadi seelok itu. Adam berganti pakaian yang indah dari surga dan memakai mahkota bertatahkan intan berlian, yang menambahkan keagungannya yang layak sebagai seorang raja atau khalifah.